skip to main content
Cargill Logo
Cargill
  • About Cargill

    About Cargill

    • Our approach
    • Cargill at a Glance
    • Executive Team
    • Innovation
    • 2026 Annual Report
    • Our History
    • Community Engagement
    • Research & Development
    • Diversity, Equity and Inclusion
    • Workplace Safety
    • Ethics & Compliance
    • Supplier Central
    • Contact Us
  • Our Stories
  • Products & Services

    Products & Services

    • Agriculture
    • Animal Nutrition
    • Beauty
    • Bioindustrial
    • Foodservice
    • Food & Beverage
    • Industrial
    • Pharmaceutical
    • Meat & Poultry
    • Risk Management
    • Trade & Capital Markets
    • Transportation
  • Sustainability

    Sustainability

    • Supply Chains
    • Sustainability Priorities
    • 2025 Impact Report
    • Reporting Hub
  • Newsroom

    Newsroom

    • All Press Releases
    • Company Statements
    • In The News
    • Media Resource Center
    • Cargill Connection Newsletter
    • Cargill Subscribe
  • Careers
  • Contact
  • Worldwide
  • Contact
 

Cargill Soroti Bagaimana Perubahan Preferensi Konsumen Indonesia terhadap Bahan Makanan Membentuk Inovasi Makanan dan Minuman di Fi Asia 2026

Menampilkan beragam solusi bahan makanan di berbagai kategori berdasarkan wawasan mengenai perubahan sikap konsumen dari studi terbaru Cargill APAC IngredienTracker™

Published Sep. 17, 2026 in Food

Media Contact

media@cargill.com

 

Media Resources

Visit our media resource center for logos, high-res images, leadership bios and more.

Jakarta, 17 September 2026 –  Cargill berpartisipasi dalam Food Ingredients Asia (Fi Asia) 2026, yang berlangsung pada 16–18 September 2026 di Jakarta International Expo (JIEXPO). Dengan mengusung tema “Elevating Food Standards for a Healthier, Greener Future”, Fi Asia mempertemukan produsen makanan dan minuman, pemasok bahan makanan, serta pemangku kepentingan industri untuk bertukar pengetahuan dan mengeksplorasi perkembangan di industri bahan makanan.

Cargill Highlights Food Ingredient Solutions at Fi Asia 2026

Di Fi Asia, Cargill memadukan wawasan konsumen, pengetahuan mengenai bahan makanan, dan keahlian dalam aplikasi dalam berbagai kategori makanan untuk membantu produsen makanan dan minuman menciptakan produk yang relevan dengan kebutuhan konsumen yang terus berkembang di Indonesia dan kawasan regional.

Cargill juga menyoroti temuan dari APAC IngredienTracker™ 2025, sebuah studi konsumen yang memberikan wawasan mengenai bagaimana pandangan terhadap bahan makanan dari konsumen di empat negara di kawasan Asia Pasifik, termasuk Indonesia. Studi ini mengkaji empat platform bahan makanan, yaitu Kakao & Cokelat, Pemanis, Pengatur Tekstur, serta Lemak & Minyak, dengan melihat tingkat pengenalan konsumen terhadap bahan makanan, persepsi terkait kesehatan, pengaruh terhadap keputusan pembelian, serta keterkaitannya dengan berbagai kategori makanan dan minuman.

Stephanie Sajuti, Senior Director, Go to Market Food Manufacturing Southeast Asia, Cargill Food SEA & ANZ, mengatakan, “Studi IngredienTracker™ menunjukkan bahwa konsumen Indonesia semakin memperhatikan bahan makanan, yang turut memengaruhi produk yang mereka pilih serta percakapan mereka mengenai aspek kesehatan makanan dan minuman. Persepsi ini dapat menjadi pertimbangan penting bagi produsen ketika mengembangkan produk untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang terus berkembang. Di Fi Asia 2026, Cargill menghubungkan temuan ini dengan keahlian bahan makanan dan kemampuan aplikasinya di berbagai kategori makanan dan minuman, serta menampilkan solusi yang dirancang untuk memenuhi harapan konsumen.” 

Konsumen Indonesia Semakin Memperhatikan Informasi Bahan Makanan

Berdasarkan studi Cargill APAC IngredienTracker™, di Indonesia, konsumen semakin memperhatikan informasi bahan makanan, dengan lebih dari 80% memeriksa daftar bahan saat pertama kali membeli sebuah produk makanan dan minuman. Mereka juga menghargai transparansi dan bahan makanan yang sudah dikenal. Sementara banyak di antara mereka menghindari bahan makanan artifisial, bahan yang tidak dikenal, dan bahan yang dimodifikasi secara genetik. Studi ini juga menunjukkan bahwa lebih dari 90% konsumen memilih produk yang diproduksi secara berkelanjutan dengan memperhatikan aspek sosial dan lingkungan.

Hasil studi juga menunjukkan bahwa pertimbangan terkait kesehatan juga relevan untuk konsumen Indonesia. Sebanyak 54% konsumen menyatakan mengikuti pola makan rendah gula, sementara lebih dari 80% bersedia membayar lebih untuk produk dengan bahan makanan yang lebih sehat. Selain itu, berdasarkan testimoni responden lebih dari 90% percaya bahwa makanan dan minuman yang mereka konsumsi dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh.

Selain itu, konsumen Indonesia juga aktif membicarakan aspek kesehatan makanan dan minuman. Hampir 80% membagikan komentar atau saran mengenai aspek kesehatan makanan dan minuman di media sosial. Sementara itu, lebih dari 80% sering dimintai pendapat oleh orang lain mengenai aspek kesehatan makanan dan minuman.

Cargill Highlights Food Ingredient Solutions at Fi Asia 2026

Temuan Cargill APAC IngredienTracker™ juga menunjukkan kategori makanan dan minuman yang paling sering dikaitkan konsumen Indonesia dengan bahan makanan tertentu. Temuan ini memberikan konteks mengenai penerapan solusi bahan makanan dalam berbagai formulasi.

Di Fi Asia, Cargill menampilkan contoh aplikasi dan solusi bahan makanan di berbagai kategori makanan dan minuman. Hal ini memberikan kesempatan bagi pelanggan dan pemangku kepentingan industri untuk mengeksplorasi bagaimana wawasan konsumen dapat mendukung pemilihan bahan makanan dan pengembangan produk.

  • Formulasi pemanis untuk menyeimbangkan rasa manis dan cita rasa dalam aplikasi minuman dengan kadar gula lebih rendah

Dalam hal bahan pemanis, dari studi Cargill APAC IngredienTracker™, konsumen Indonesia paling sering mengaitkan stevia dengan minuman kemasan yang dibeli untuk dikonsumsi di rumah, termasuk minuman teh dalam kemasan, diikuti oleh produk kembang gula dan produk kembang gula cokelat.

Lebih dari separuh konsumen Indonesia mengikuti pola makan rendah gula, yang menunjukkan relevansi pilihan dengan kadar gula lebih rendah. Namun, mengurangi gula tidak cukup hanya dengan mengganti gula, karena gula juga berperan dalam memberikan rasa, body, dan sensasi di mulut. Oleh karena itu, produsen perlu mempertimbangkan bagaimana berbagai bahan makanan dapat bekerja bersama dalam suatu formulasi.

Di Fi Asia, Cargill menghubungkan temuan ini dengan solusi pemanis Sweetmix™ dan solusi pemanis berbasis stevia untuk aplikasi minuman dan produk susu, dengan contoh aplikasi seperti teh rasa buah, sirup rasa madu, dan minuman pengganti makanan dengan rasa kopi. Solusi ini dirancang untuk membantu produsen mengeksplorasi formulasi dengan kadar gula yang lebih rendah, sekaligus mendukung rasa, sensasi di mulut, dan kinerja produk yang dibutuhkan.

  • Pengalaman sensori yang lebih menyenangkan melalui solusi pati untuk tekstur

Studi Cargill APAC IngredienTracker™ menunjukkan Konsumen Indonesia paling sering mengaitkan pati pangan termodifikasi dengan produk roti dan biskuit serta bahan-bahan makanan untuk memasak. Di Fi Asia, Cargill menghubungkan temuan ini dengan solusi pati termodifikasi yang ditunjukkan melalui aplikasi pada produk keju, roti dan biskuit, dan saus.

Tergantung pada kebutuhan formulasi di dalam sebuah produk, solusi ini dapat membantu mendukung kualitas sensori seperti kelembutan, kerenyahan, rasa juicy, rasa creamy, tekstur, dan sensasi di mulut yang konsisten, serta fungsi seperti pengentalan, stabilisasi, dan emulsifikasi. 

  • Cita rasa yang lebih kaya melalui solusi kakao dan cokelat

Dari studi Cargill APAC IngredienTracker™, konsumen Indonesia paling sering mengaitkan bahan kakao dan cokelat dengan produk kembang gula cokelat, produk roti dan biskuit, makanan penutup dan es krim, serta produk susu. Indonesia juga menjadi salah satu negara asal sumber kakao yang paling banyak dipilih konsumen untuk produk cokelat. Preferensi terhadap asal lokal ini menambah relevansi bahan kakao Cargill yang ditampilkan di Fi Asia.

Di fasilitas pengolahan kakao Cargill di Gresik, Indonesia, Cargill memproduksi bubuk kakao, kakao massa, dan lemak kakao. Melalui Cocoa Development Centre, atau pusat R&D kakao Cargill, pelanggan dapat mengeksplorasi formulasi dengan cita rasa, warna, dan karakteristik sensori yang berbeda. 

  • Solusi lemak dan minyak nabati untuk berbagai aplikasi pangan 

Berdasarkan studi Cargill APAC IngredienTrackerTM, konsumen Indonesia telah mengenal minyak sawit, minyak kedelai, minyak bunga matahari, dan minyak kelapa, serta paling sering mengaitkannya dengan bahan masakan. Mereka juga menghubungkan minyak-minyak tersebut dengan makanan siap saji dan makanan ringan gurih.

Temuan ini memberikan konteks mengenai peran lemak dan minyak dalam membentuk struktur, tekstur, dan sensasi di mulut pada produk makanan. Untuk mendukung produsen yang mengembangkan produk dalam berbagai kategori tersebut, Cargill memiliki kemampuan untuk melayani pasar Indonesia dengan fasilitas produksinya dan jaringan rantai pasoknya di kawasan yang memproduksi berbagai jenis minyak dan lemak nabati, didukung oleh Lipid R&D Center di Port Klang, Malaysia dan Food Innovation Center di Singapura.

 


Tentang Cargill

Cargill berkomitmen untuk menyediakan pangan, bahan makanan, solusi pertanian, dan produk industri untuk menyehatkan dunia dengan cara yang aman, bertanggung jawab, dan berkelanjutan. Berada di jantung rantai pasokan, kami bermitra dengan petani dan pelanggan untuk mencari sumber, membuat, dan mengirimkan produk yang sangat penting bagi kehidupan. 

Lebih dari 155 ribu karyawan kami berinovasi dengan tujuan, menyediakan kebutuhan hidup penting bagi pelanggan agar bisnis dapat tumbuh, masyarakat dapat sejahtera, dan konsumen dapat hidup sejahtera. Dengan pengalaman selama 160 tahun sebagai perusahaan keluarga, kami melihat ke depan dengan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai kami. Kami mengutamakan karyawan. Kami meraih lebih tinggi. Kami melakukan hal yang benar—hari ini dan untuk generasi yang akan datang. Untuk informasi selengkapnya, kunjungi Cargill.com dan Pusat Berita kami.

About Cargill in Indonesia

Cargill memulai operasinya di Indonesia pada tahun 1974 dengan mendirikan pabrik pakan ternak di Bogor, Jawa Barat. Saat ini, Cargill berkantor pusat di Jakarta dan mempekerjakan lebih dari 19.000 orang. Cargill mengoperasikan 60 lokasi di seluruh Indonesia, termasuk kantor, pabrik, dan fasilitas lainnya. Kegiatan usaha Cargill mencakup nutrisi hewan, kakao, kopra, rumput laut, ekspor pangan olahan, biji-bijian dan biji minyak, minyak sawit, pati, serta pemanis. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi https://www.cargill.co.id. 

Contact Worldwide
Privacy Notices Fraud Notice
Website Terms of Use Purchase Order Terms IRM
© 2026 Cargill, Incorporated. All Rights Reserved.